Revolusi Fisik Menjawab Persoalan Bangsa

Medan.Persoalan bangsa semakin felik, tidak bisa diatasi dengan sebatas retorika belaka hanya revolusi fisik yang dapat menjawab persoalan bangsa. Demikian dikatakan Muhammad Rizki Hamdani siang ini di Medan.

Kesewenang-wenangan peraturan dan keputusan yang dikeluarkan oleh rezim pemerintah Indonesia saat ini. Dinilai telah mengangkangi palsafah Pancasila dan UUD 1945.

Dijelaskannya, pelanggaran terhadap hak-hak rakyat khususnya hak beribadah tidak bisa ditolerir lagi. Umat Islam di bulan suci Ramadhan tidak dibolehkan menjalankan sholat berjamaah di masjid. Alasan pemerintah itu untuk memutuskan mata rantai virus corona maka mesjid harus ditutup secara paksa.

Kebebasan menjalankan ibadah telah dilanggar oleh pemerintah saat ini. Kekhusukkan beribadah terganggu dengan penyakit hati yaitu adanya rasa kebencian atas tindakan pemerintah yang belum dapat diterima oleh insan yang beriman kepada Allah SWT. Jika hati rusak secara otomotis amalan ibadah puasa juga menjadi rusak.

Dam hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan "Berapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan haus dan lapar saja (al-hadis)".

Sebagaimana telah diketahui amalan yang berlipat-lipat ganda berada di bulan ramadhan, sebagai bulan pengampunan, penyucian dan terbebaskan dari api neraka.

Apabila mati pun dibulan suci ini umat Islam sudah siap karena janji Allah itu tidak pernah ingkar, lain hal dengan janji-janji manusia.kata Rizki

Genderang perang fi sabilillah telah terbuka didepan mata kita. Dan melawan kedholiman juga telah disuruh oleh Rasulullah SAW yang pertama kali dengan tangan (fisik), kalau tidak bisa dengan lisan, kalau tidak bisa juga dengan hati.(al-hadis)

Kondisi bangsa saat ini sudah diujung kehancuran dan kematian, kedholiman meraja lela. Penguasa telah melakukan diskriminasi bagi umat Islam. Hal demikian tidak bisa ditolerir lagi dan harus di lawan dengan revolusi fisik.tegasnya

Komentar