Dimulai rencana mengevakuasi WNI dari Wuhan China. Jokowi pernah memastikan penyakit itu tidak akan menyebar ke Indonesia karena tidak berbahaya. Bahkan obat penawar untuk membasmi penyakit itu berasal dari Indonesia yakni Kolorokuin. Tetapi nyatanya dengan menganggap sepele penyakit itu mengakibatkan lebih dari seribu orang meninggal dunia di Indonesia hingga saat ini.
Lebih menyakitkan lagi, Indonesia masih berduka rezim Jokowi mendatangkan TKA China ke Sulawesi Tenggara. Rezim ini sungguh telah mencederai hati rakyat dan keluarga yang masih berbela sungkawa karena mati ditengah virus Corona yang berasal dari China
Dengan berbagai alasan rezim ini memaksakan kehendak agar TKA China itu tetap bekerja di Indonesia sementara rakyat Indonesia ditengah Corona ini banyak yang di PHK. Jokowi tidak menggunakan logika lagi, akal sehatnya sudah hilang karena Indonesia terlilit hutang luar negri hampir 11.000 triliun, sampai tujuh keturunan hutang itu tidak akan terlunaskan negara ini. Maka diduga andalan satu-satunya adalah melelang pulau Indonesia kepada China untuk membayar hutang yang dibuatnya sendiri. NKRI bukan harga mati lagi tetapi bisa cincai-cincai alias harga bisa nego.
Baru-baru ini mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara UIN SU menggelar aksi di depan kantor Pertamina Jl. Yos Sudarso Medan, menuntut Turunkan harga BBM. Dalam mengatasi aksi mahasiswa itu rezim Jokowi menggunakan tangan besinya dan menangkap empat mahasiswa UIN SU dengan delik Perintah Kapolri melarang unjuk rasa dimasa pandemi covid 19 ini.
Pertanyaanya apakah tidak bisa rakyat meruntuhkan rezim Jokowi ditengah wabah virus Corona ini?.Tanya Nanda
Hanya menunggu bom waktu, banyak kebijakan rezim otoriter ini yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Rakyat saat ini bukan hanya mati karena Corona juga mati karena kelaparan. Dan hujatan serta penistaan kepada agama Islam sudah tidak dapat ditolerir lagi. Jokowi dinilai telah menghancurkan Kebhinekaan Tunggal Ika dinegara Indonesia. Demi membela negara asing rela mengorbankan jiwa raga rakyat sendiri.
Begitu juga dengan aparatur negara banyak yang menjadi centeng warga cina dan rela menangkap warganya sendiri. Tidakkah bercermin aparat keamanan sekarang ini, kalau rakyat bersatu tidak akan terkalahkan.
Genderang Revolusi telah ditabuh, seribu lebih Jenderal menentang kebijakan Jokowi dalam pembebasan Napi Koruptor. Sementara napol atau nara pidana politik tidak dibebaskan belum lagi ulama yang berada diluar negeri tidak bisa kembali ketanah airnya karena faktor keamanan. Malah WNA China yang dibebaskan untuk menguasai tanah air Indonesia.
Di era 98 reformasi yang setengah hati itu banyak melahirkan oportunis-oportunis baru. Maka dengan itu hanya Revolusi Fisik yang menjawab persoalan bangsa Indonesia.tandasnya



Komentar
Posting Komentar