Maka dengan itu media madani online saat ini ada diberbagai blogspot. Selama UU ITE belum dicabut website madani online yang merupakan portal berita masyarakat madani dengan motto bukan berita biasa belum lagi diterbitkan.
Madani online selama ini memberikan kontribusi pemikiran kritis agar Rakyat Indonesia tidak mudah lagi ditakut-takuti oleh keotoriterian rezim ini.
UU ITE dijadikan tameng bagi rezim ini untuk mengekang kebebasan rakyat dalam mengeluarkan pendapat. Padahal kebebasan mengeluarkan pendapat itu dilindungi oleh UUD 1945 sebagai sumber hukum yang tertinggi di Indonesia.
Disamping itu kecepatan informasi yang dipublilasikan baik secara individu, kelompok dan khususnya media online tidak dapat dimonitor secara keseluruhan oleh rezim Jokowi. Oleh karena itu rezim ini bekerja sama dengan aplikasi berbagai media sosial untuk meretas postingan dan komentar yang mengusik kepentingan rezim kapitalis ini.
Dengan mengandalkan kekuasaan ditangannya menganggap kedaulatan rakyat tidak punya arti sama sekali. "Rakyat sekarang ini pasca reformasi tidak lagi dapat dibodoh-bodohi Bung".ungkap Pimpinan Redaksi Madani Online.
Media online dahulunya sebagai corong menyuarakan jeritan rakyat kini banyak yang melacurkan diri kepada rezim pemerintahan. Demi memgumpulkan pundi-pundi kekayaan harus rela menjadi pelacur dibidang pemberitaan.
Begitu juga dengan para aktivis pergerakan yang bersorak-sorak dalam orasi "Ideologi tidak dapat diperjual belikan" dengan gaya menirukan suara Sukarno. Ketika diberi kedudukan dan jabatan di legislatif dan eksekutif ideologinya sudah masuk kantong. Seperti yang dilakukan oleh Budiman Sujadmiko, Andi Arif dkk yang merupakan pentolan PRD.
Tanggung jawab pentolan PRD itu melupakan pengorbanan jiwa dan raga kadernya dan para aktivis 98. Berapa banyak yang tewas dan diculik. Apakah ada niat mereka mengusut kembali kasus Semanggi, Trisakti dll. Ibarat kata pepatah "Lupa kacang pada kulitnya". Mereka berasumsi biarkan saja aktivis itu mati dalam berjuang tetapi dirinya kini tenang senang dan kenyang.
Ketakutan Jokowi pun sebelumnya telah terlihat diparlemen yakni dengan merangkul seluruh orang-orang yang dapat menguatkan pondasi ekonominya untuk mempertahankan jabatan politiknya. Bahkan lawan atau rival politinya pun dia rekrut untuk bersama-sama didalam kabinetnya menjaga kelanggengan masa periodenya.
Meski begitu pun rezim Jokowi masih galau dengan berbagai pemberitaan yang mengkritik habis-habisan kabinet campur sari ini melalui medsos.pungkasnya

Komentar
Posting Komentar