Surat Terbuka Aktivis 98 untuk Rejim Komunis Indonesia

Saya Hendra Gunawan aktivis 98 ex mahasiswa IAIN Sumatera Utara menyampaikan kepada rejim komunis Indonesia bahwa perjuangan rakyat untuk menumpas komunis dimuka bumi ini belum selesai. 

Kebangkitan Partai Komunis Indonesia PKI adalah salah satu penjajah yang belum selesai ditumpas hingga keakarnya. Kalian rejim komunis telah berhasil meracuni pemikiran rakyat Indonesia bahwa kekejaman yang mereka lakukan pada tahun 65 yang lalu adalah kesalahan sejarah. Semua itu hanya untuk mengkelabui atas pembantaian yang telah mereka lakukan kepada ulama, para jenderal dan kaum tidak berdosa dengan tujuan ingin merubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunis.

Kalaulah benar tragedi 65 itu kesalahan sejarah, kita meminta pernyataan Presiden Jokowi mengatakan bahwa dia bangga menjadi presiden yang didukung oleh PKI dan antek-anteknya. Dan dengan serta merta dia akan menjalankan hasil putusan akhir Internasional (pengadilan ad hoc) atas tragedi 1965.

Jika Jokowi berani menjalankan putusan itu maka musuh Jokowi yang pertama kali adalah Luhut Binsar Panjaitan dan Ryamizard Ryacudu. Merekalah yang menentang hasil putusan ad hock Internasional itu yang notabene sangat kental dengan nuansa politis guna menarik simpatik rakyat dan merebut kembali kekuasaan ke tangan komunis.

Dengan kelicikan PKI juga, rakyat Indonesia di hasut dicuci otak mereka bahwa yang PKI itu adalah Suharto. Secara teori Materialis Dialektika Historis jika Suharto PKI mengapa kader PKI dan yang mengatakan Aku bangga jadi anak PKI berlindung di moncong putih. Kenapa tidak berlindung ke Cendana saja. Itulah kotornya politik PKI dengan menggunakan segala cara guna mendapatkan kekuasaan.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP memanfaatkan momentum tragedi 98 dengan menyatakan kepada rakyat yang berada dipelosok-pelosok negri bahwa partainya sebagai partai wong cilik. Kaum yang berada dipelosok kebanyakan dari transmigran pulau jawa yang mana sebagian dari mereka itu adalah eks PKI.

Kaum eks PKI yang dijadikan transmigran di zaman Suharto itu mayoritas berada ditengah hutan maka dengan secara spontan mereka bangkit dan mengeluk-elukan PDIP sejak itulah warga transmigran menjadi pengikut Partai bermoncong putih bertanduk dua berdarah PKI.

PDIP secara terselubung telah menerapkan faham Leninisme dinegri kita yakni Tiada lawan abadi. Tiada kawan Abadi yang ada hanya kepentingan dan pengkhianatan.

Saya yakin dan percaya secara resmi Jokowi tidak berani mengucapkan bahwa dia bangga menjadi Presiden karena didukung oleh PKI dan antek-anteknya. Maka dengan itu kawan-kawan mari kita rapatkan barisan, jangan terhasut siasat dan strategi mereka dengan memutar balikan fakta sejarah dan sangat rentan terjadinya pengkhianatan secara berulang-ulang.

Langkah yang pertama kita lakukan adalah mendesak rejim Jokowi membubarkan institusi Polri. Polisi silahkan bergabung ke TNI guna merampingkan institusi keamanan dan menghemat anggaran negara.

Tahun 65 rakyat hanya kenal dengan istilah ABRI/TNI. Bubarkan Polisi kembalikan ke tahun 65 yang ada hanya ABRI/TNI. Karena TNI sudah merakyat sekian lama.

Tragedi 98  lalu, jika ABRI/TNI dari pasukan Ampibi (Marinir) tidak berhasil menenangkan hati rakyat maka sudah pecah perang Revolusi di negri ini. Kondisi rakyat pada saat itu sangat membenci polisi yang telah membunuh dan menembaki aktivis dan pejuang rakyat. Tapi mereka selalu cuci tangan. Berondok dibalik ketiak penguasa dan sampai saat ini  Polisi telah diperalat untuk kepentingan penguasa semata.

Kawan-kawan seperjuangan jadikan surat terbuka yang saya buat ini sebagai media kita untuk menambah semangat dan menyampaikan kepada semua orang yang merasa dizholimi atas ketidak adilan rejim saat ini.

Faham politik komunis dan sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan rejim Jokowi telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita. Jika ada yang berbuat anarkis atau kriminal jangan salahkan mereka karena itulah konsekwensi paham ekonomi kapitalis jika diterapkan di negri ini. Begitu juga dengan kaum perempuan banyak yang menjadi pelacur dinegri sendiri karena mereka berbuat seperti itu untuk menghidupi anak dan keluarganya.

Seandainya pemerintah bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya tidak ada yang berbuat anarkis dan tidak ada keluarga kalian yang menjadi pelacur dan lain sebagainya. Begitulah kekejaman dari paham ekonomi kapitalis yang diterapkan rejim ini.

Maka dengan itu kita harus berani melawannya dengan menjauhkan semua rasa takut atas hukum yang telah mereka  buat itu sarat dengan kepentingan komunis. Faham komunis juga telah mempengaruhi sistem perundang-undangan negara kita saat ini. Terlebih lagi dengan akan dihapusnya pendidikan agama Islam di negara Indonesia yang penduduknya mayoritas pemeluk agama Islam. Lebih berbahaya lagi adalah akan diubahnya Pancasila dengan menghilangkan bunyi Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi Tuhan yang berkebudayaan.

Ingat ! Komunis Barang Najis Bauk Amis sedangkan NKRI Martabat Negri Harga Mati. Demikian pesan dari Hendra Gunawan kepada rejim komunis.

Jika ada yang mengatakan kata HOAX itu dari moncongnya PKI telusuri orangnya dan masukkan dalam daftar target pembalasan pengganyangan PKI kepada ulama dan para jendral. Islam cinta damai tapi untuk menghancurkan kemungkaran harus dengan fisik. Sebagaimana ajaran dari Rasulullah SAW Setiap ada kemungkaran  jika kamu sanggup lakukan dengan fisik jika tidak bisa dengan lisan jika tidak bisa juga dengan hati.

Inilah Saat nya kita membalas kekejaman PKI kepada bangsa ini. Mereka Anak-anak PKI sudah berani mengatakan Aku Bangga menjadi Anak PKI. Mengapa dijaman Suharto mereka takut mengatakannya dan di jaman Jokowi mereka berani. Karena dedengkotnya PKI sekarang ini berkuasa.

Begitu juga dengan mayoritas orang Cina di Indonesia adalah komunis mereka memakai nama orang Indonesia karena takut dituduh komunis. Tapi di era Jokowi PKI dan keturunan komunis mereka sudah berani mengatakan Aku Bangga Jadi Anak PKI. Mengapa di era Suharto mereka tidak berani mengatakan seperti itu. Karena sembahannya komunis berkuasa.

PKI ya PDIP. PDIP ya PKI
Tahukah kalian di tahun 98 jumlah PKI 60 juta orang. Sekarang sudah dua kali lipat. Waspadai disekitar kalian bisa jadi dia hidup di dunia ini dari darah dan benihnya PKI. Mau tahu dimana mereka? Sudah lama mereka berada di moncong putih berdarah PKI. Bahkan hampir di semua partai mereka ada. Negara ini telah dikepung oleh PKI hanya orang sadar politik saja yang mengetahuinya.

Mau bukti silahkan tes DNA mereka apalagi saat ini pemerintah sedang galaknya  melaksanakan program rapid test, ambil sampel darah mereka semuanya dan telusuri kelaboratorium untuk mengetahui asal usul keturunannya. Bisa jadi mereka itu lahir dari campuran sperma orang Cina komunis.

Air mani dari seorang PKI sudah bermuncratan kemana-mana Sejak 98 jumlah mereka 60 juta orang saat ini sudah dua kali lipat jadi wajar mereka tidak menuntut mundur dedengkotnya.

Kemenangan Jokowi pilpres yang lalu mayoritas dari gerombolan PKI. Sekarang dedengkotnya berkuasa maka berjayalah PKI. Waspadalah mereka saat ini ada dimana-mana bagi mereka yang mengatakan PKI tidak ada di negri ini berarti dialah PKI sejati.

Hanya PKI yang takut Revolusi. Karena pembantaian yg dilakukan PKI belum terlupakan dalam sejarah Indonesia. Perketat penjagaan disetiap pinggiran pulau wilayah negri ini. Karena China komunis yang menyamar sebagai pekerja mempunyai senjata lengkap. Diduga pasokan senjata mereka dilegalkan oleh rejim ini. Sewaktu-waktu terjadi Revolusi bala bantuan tentara mereka akan membantu rejim Jokowi dan gerombolan PKI yang ada di Indonesia.

Mudah-mudahan dimasa holakaus atau pertumpahan darah nanti MUI mengeluarkan fatwa bahwa darah PKI halal untuk diminum. Namun apabila Jokowi peduli dengan kemaslahatan bangsa ini hanya ada dua pilihan mundur atau Revolusi.

Komentar

Posting Komentar