Catatan Hendra Gunawan
Rahasia Dibalik Atas Pemecatan Prabowo sebagai Pangkostrad dan Status Menantu Cendana
Pihak inteligen Bill Clinton Presiden Amerika Serikat pada saat tragedi 98 menerima laporan berdasarkan asumsi dari salah seorang mahasiswa bahwa yang melakukan penculikan aktivis mahasiswa adalah Prabowo.
Kalo hanya berdasarkan sebatas asumsi bukan fakta dan data yang datif sehingga mem vonis Prabowo sebagai pelaku penculikan mahasiswa dan aktivis 98.
Maka Saya Hendra Gunawan aktivis 98 dari Mahasiswa IAIN Sumatera Utara merupakan saksi sejarah perjuangan 98 bisa juga berasumsi bahwa Prabowo itu melakukannya atas perintah atasannya yaitu Wiranto selaku Panglima TNI. Didalam kemiliteran sistem komando masih diterapkan hingga saat ini.
Dan asumsi saya juga mengatakan bahwa dipecatnya Prabowo dari jabatannya sebagai Pangkostrad adalah bisikan Wiranto kepada Habibi dan kemudian dengan ambisi Habibi ingin menggantikan Suharto menjadi Presiden RI dia membisikan kepada Suharto bahwa Prabowo akan melakukan kudeta kepada mertuanya sendiri yakni Suharto. Proses pembusukan terjadi.
Prabowo pada tragedi 98 juga merupakan korban dari permainan elite politik tingkat tinggi. Logika kah seorang menantu meng kudeta mertuanya ? Jika benar seharusnya orang yang pertama disalahkan adalah Wiranto baru Prabowo.
Mengapa begitu mudahnya setingkat presiden Amerika Serikat Bill Clinton langsung menerima informasi hanya berdasarkan asumsi bukan fakta dari salah seorang mahasiswa ? Karena pada tragedi 98 rakyat Indonesia anti Amerika. Dan Setiap perusahaan Amerika Serikat dibakar massa seperti Mack Donald dll.
Sampai sekarang dokumen keterlibatan Prabowo dalam penculikan mahasiswa tidak ditemukan. Lebih anehnya lagi disaat puncak kerusuhan 98 wiranto menumbalkan prabowo untuk mengamankan ibu kota Jakarta sementara dirinya ngumpul bareng di pulau dewata bali bersama para petinggi jenderal lainnya. Luar biasakan kelicikan dari seorang Wiranto.
Ini asumsi saya, berbeda dari laporan yang diterima Bill Clinton dari seorang mahasiswa 98 yang lalu, kalo bicara asumsi semua orang bisa bung. Senyum Hendra
Adapun rahasia dibalik pemecatan Prabowo sebagai Pangkostrad sekaligus dikeluarkannya Prabowo dari daftar keluarga cendana adalah :
Pertama dalam hitungan politik jangka panjang Prabowo sangat mempunyai potensi dan berpeluang besar untuk menggantikan jejak dan sepak terjang Suharto.
Bagi rival politik Suharto berusaha sekuat mungkin untuk menjegal Prabowo dengan cara melakukan pembusukan kepadanya.
Agar tidak gagal paham sebelumnya saya menjelaskan bahwa sejak 98 saya golput sampai sekarang. Tidak mempunyai kepentingan politik dan tidak ada link atau terlibat dalam partai politik mana pun. Saya mengungkapkan ini berdasarkan realita politik pada saat itu.
Terkait proses pembusukan politik yang ditujukan kepada Prabowo baik ditubuh partai sampai ditubuh TNI, Prabowo merupakan ancaman besar untuk menempati jabatan Panglima TNI dan selanjutnya akan berpeluang untuk menjadi Presiden Republik Indonesia.
Kedua, dikeluarkannya Prabowo dari daftar keluarga cendana adalah untuk melumpuhkan Prabowo dari sisi finansial politik. Karena sudah diketahui harta kekayaan Suharto untuk tujuh keturunan keluarga cendana tidak ada habisnya dari zaman ke zaman.
Politik uang sejak orde baru merupakan kebudayaan bahkan banyak dari kalangan aktivis 98 mereka berjuang sambil nyelam minum air. Idealis mereka diperjual belikan untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan diri dan keluarganya. Apa bedanya dengan Suharto ?
Maka tidak aneh pasca reformasi banyak melahirkan kaum opurtunis. Modus demo dan atau demo dijadikan sebuah proyek sudah ada di jaman orde baru, endingnya dari hasil demo yaitu menjual idealisnya. Sehingga sangat sulit mencari orang yang benar-benar idealis karena idealis masuk kantong sudah menjadi budaya hingga saat ini.
Ketiga, Prabowo jika jadi Presiden RI maka tamatlah rival politik Suharto karena bisa jadi dugaan mereka bahwa Prabowo akan menjadi Presiden seumur hidup akan terwujud.
Apakah politik itu kejam ? Ya sungguh sangat kejam. Budaya menjatuhkan lawan politik yaitu dengan mencari borok-borok lawannya sudah enggak aneh lagi.
Maka isu yang digemboskan mahasiswa 98 itu dengan menggunakan jurus pamungkas dan sangat jitu yaitu dengan tuduhan Prabowo seorang penculik anak mahasiswa. Padahal kalo dimengertiin oleh semuanya didalam kemiliteran masih menggunakan sistem komando dari atas kebawah. Sementara seorang panglima TNI sebagai atasan Prabowo tangannya tetap bersih dan namanya tetap harum sampai sekarang.
Mengapa bisa terjadi seperti itu karena lingkaran politik setan yang haus kekuasaan telah menyatu. tandasnya
Rahasia Dibalik Atas Pemecatan Prabowo sebagai Pangkostrad dan Status Menantu Cendana
Pihak inteligen Bill Clinton Presiden Amerika Serikat pada saat tragedi 98 menerima laporan berdasarkan asumsi dari salah seorang mahasiswa bahwa yang melakukan penculikan aktivis mahasiswa adalah Prabowo.
Kalo hanya berdasarkan sebatas asumsi bukan fakta dan data yang datif sehingga mem vonis Prabowo sebagai pelaku penculikan mahasiswa dan aktivis 98.
Maka Saya Hendra Gunawan aktivis 98 dari Mahasiswa IAIN Sumatera Utara merupakan saksi sejarah perjuangan 98 bisa juga berasumsi bahwa Prabowo itu melakukannya atas perintah atasannya yaitu Wiranto selaku Panglima TNI. Didalam kemiliteran sistem komando masih diterapkan hingga saat ini.
Dan asumsi saya juga mengatakan bahwa dipecatnya Prabowo dari jabatannya sebagai Pangkostrad adalah bisikan Wiranto kepada Habibi dan kemudian dengan ambisi Habibi ingin menggantikan Suharto menjadi Presiden RI dia membisikan kepada Suharto bahwa Prabowo akan melakukan kudeta kepada mertuanya sendiri yakni Suharto. Proses pembusukan terjadi.
Prabowo pada tragedi 98 juga merupakan korban dari permainan elite politik tingkat tinggi. Logika kah seorang menantu meng kudeta mertuanya ? Jika benar seharusnya orang yang pertama disalahkan adalah Wiranto baru Prabowo.
Mengapa begitu mudahnya setingkat presiden Amerika Serikat Bill Clinton langsung menerima informasi hanya berdasarkan asumsi bukan fakta dari salah seorang mahasiswa ? Karena pada tragedi 98 rakyat Indonesia anti Amerika. Dan Setiap perusahaan Amerika Serikat dibakar massa seperti Mack Donald dll.
Sampai sekarang dokumen keterlibatan Prabowo dalam penculikan mahasiswa tidak ditemukan. Lebih anehnya lagi disaat puncak kerusuhan 98 wiranto menumbalkan prabowo untuk mengamankan ibu kota Jakarta sementara dirinya ngumpul bareng di pulau dewata bali bersama para petinggi jenderal lainnya. Luar biasakan kelicikan dari seorang Wiranto.
Ini asumsi saya, berbeda dari laporan yang diterima Bill Clinton dari seorang mahasiswa 98 yang lalu, kalo bicara asumsi semua orang bisa bung. Senyum Hendra
Adapun rahasia dibalik pemecatan Prabowo sebagai Pangkostrad sekaligus dikeluarkannya Prabowo dari daftar keluarga cendana adalah :
Pertama dalam hitungan politik jangka panjang Prabowo sangat mempunyai potensi dan berpeluang besar untuk menggantikan jejak dan sepak terjang Suharto.
Bagi rival politik Suharto berusaha sekuat mungkin untuk menjegal Prabowo dengan cara melakukan pembusukan kepadanya.
Agar tidak gagal paham sebelumnya saya menjelaskan bahwa sejak 98 saya golput sampai sekarang. Tidak mempunyai kepentingan politik dan tidak ada link atau terlibat dalam partai politik mana pun. Saya mengungkapkan ini berdasarkan realita politik pada saat itu.
Terkait proses pembusukan politik yang ditujukan kepada Prabowo baik ditubuh partai sampai ditubuh TNI, Prabowo merupakan ancaman besar untuk menempati jabatan Panglima TNI dan selanjutnya akan berpeluang untuk menjadi Presiden Republik Indonesia.
Kedua, dikeluarkannya Prabowo dari daftar keluarga cendana adalah untuk melumpuhkan Prabowo dari sisi finansial politik. Karena sudah diketahui harta kekayaan Suharto untuk tujuh keturunan keluarga cendana tidak ada habisnya dari zaman ke zaman.
Politik uang sejak orde baru merupakan kebudayaan bahkan banyak dari kalangan aktivis 98 mereka berjuang sambil nyelam minum air. Idealis mereka diperjual belikan untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan diri dan keluarganya. Apa bedanya dengan Suharto ?
Maka tidak aneh pasca reformasi banyak melahirkan kaum opurtunis. Modus demo dan atau demo dijadikan sebuah proyek sudah ada di jaman orde baru, endingnya dari hasil demo yaitu menjual idealisnya. Sehingga sangat sulit mencari orang yang benar-benar idealis karena idealis masuk kantong sudah menjadi budaya hingga saat ini.
Ketiga, Prabowo jika jadi Presiden RI maka tamatlah rival politik Suharto karena bisa jadi dugaan mereka bahwa Prabowo akan menjadi Presiden seumur hidup akan terwujud.
Apakah politik itu kejam ? Ya sungguh sangat kejam. Budaya menjatuhkan lawan politik yaitu dengan mencari borok-borok lawannya sudah enggak aneh lagi.
Maka isu yang digemboskan mahasiswa 98 itu dengan menggunakan jurus pamungkas dan sangat jitu yaitu dengan tuduhan Prabowo seorang penculik anak mahasiswa. Padahal kalo dimengertiin oleh semuanya didalam kemiliteran masih menggunakan sistem komando dari atas kebawah. Sementara seorang panglima TNI sebagai atasan Prabowo tangannya tetap bersih dan namanya tetap harum sampai sekarang.
Mengapa bisa terjadi seperti itu karena lingkaran politik setan yang haus kekuasaan telah menyatu. tandasnya

Komentar
Posting Komentar