Pancasila Versi 2020

Pancasila Versi 2020 Dalam Catatan Pendek Oleh : Hendra Gunawan

Tulisan ini tidak menceritakan sejarah bangsa kapan lahirnya Pancasila dan siapa pencetusnya persetan dengan semua itu akan tetapi Pancasila versi 2020 lebih membahas tentang kapan terpatrinya jiwa Pancasilais didalam Jiwa anak bangsa yang cinta merah putih.

Banyak tafsiran terhadap Pancasila yang telah didengar dan dipelajari oleh masyarakat saat ini baik dari media cetak maupun media online, video viral, youtube dll.

Ada yang mengatakan Pancasila sebagai palsafah, ideologi, pandangan hidup berbangsa dan bernegara dan banyak lagi tafsiran tentang Pancasila itu sendiri.

Sementara Pancasila versi 2020 yang pertama adalah nafas, ruh yang dihembuskan dalam jiwa manusia sejak dia lahir kedunia ini.

Bagi manusia yang lahir didunia jika dibisikan ditelinganya dengan kalimat tauhid atau ke Esa an Tuhan maka sejak itulah jiwa Pancasila ditanamkan didalam jiwanya. Dan sebaliknya jika manusia yang lahir tidak dibisikan dengan kalimat tauhid itu maka dia akan memberontak dengan mempertanyakan kepada dirinya sendiri kapan Pancasila itu lahir karena sejak dia lahir kedunia ini belum pernah mendengarnya.

Orang seperti itu sebagai umat yang beragama khususnya agama Islam perlu meng azankan atau meng iqomatkan ulang kepadanya dan bagi umat non Islam perlu membaptis ulang manusia itu agar dia mengenal tentang dirinya dan Tuhannya.

Pancasila versi 2020 yang kedua adalah sebuah timbangan hukum yang tidak boleh berat sebelah. Dan jiwa kemanusiaanya lebih dikedepankan dari jiwa kebinatangannya.

Manusia dalam pandangan Islam ada dua yaitu hewan yang ber akal dan hewan yang tidak berotak. (Haiwanun natiq dan haiwanu ghoiru natiq)

Jika manusia yang mempergunakan akal sehatnya mencermati nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila maka dia terkelompok kepada haiwanu natiq. Akan tetapi jika ada manusia tidak mempergunakan otaknya bahkan lebih mengedepankan ego dan menganggap dirinya orang yang paling benar maka dia tergolong kepada haiwanu ghoiru natiq.

Pancasila versi 2020 yang ketiga adalah mempertahankan keutuhan negara. Menumbuhkembangkan jiwa kepedulian kepada sesamanya.

Indonesia kaya raya dan Indonesia raya negri yang kaya tetapi jika rakyatnya dari abad ke abad lebih banyak yang melarat dan menderita maka menjadi sebuah ancaman terhadap keutuhan negara Indonesia.

Pancasila versi 2020 yang keempat adalah Sidang Istimewa Rakyat Indonesia (SIRI) merupakan hukum tertinggi di Indonesia.

Jika permusyawaratan untuk menyelamatkan seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat dilaksanakan. Maka seluruh suara suara rakyat akan disuarakan di Pusat dalam bentuk rapat akbar rakyat Indonesia atau disebut dengan Sidang Istimiewa yang disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia secara langsung (live).

Pancasila versi 2020 yang kelima adalah revolusi. Apabila keadilan tidak ada lagi dinegri ini maka timbulah gerakan-gerakan revolusi. Baik secara fisik maupun  ide-ide pemikiran.

Gerakan revolusi merupakan perwujudan dari hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Sebagaimana pepatah mengatakan jika palu berada dimulut anjing maka keadilan milik majikannya.

Penderitaan rakyat Indonesia selama ini telah dipermainkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu, itu merupakan induk virus yang sangat berbahaya maka hanya ada satu obat untuk mengatasi virus itu yakni revolusi.

Itulah Pancasila versi 2020 dalam catatan pendek Hendra Gunawan yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai Koordinator Gerakan Revolusi Indonesia. Rela hidup atau mati demi NKRI.

Mudah-mudahan dengan catatan ini melahirkan patriot-patriot bangsa yang rela mati untuk bela negara, bela rakyat, bela agama dan membela masyarakatnya yang masih lebih banyak merasakan penderitaan, ketertindasan serta kemiskinan dari abad ke abad.

Komentar